Tips & Trik
Biaya Admin Lazada 2026: Update Terbaru, Rincian Komisi, dan Cara Menghitungnya untuk Seller
Update biaya admin Lazada 2026: rincian komisi per kategori, biaya proses pesanan Rp1.250, plus contoh cara hitung profit bersih untuk seller online shop.
Tim FinKami · · 4 menit baca · Diperbarui
Buat kamu yang jualan di Lazada, biaya admin itu ibarat "potongan diam-diam" yang sering bikin kaget pas lihat dana masuk ke saldo. Omzet kelihatan gede, tapi yang nyangkut di rekening kok beda jauh? Nah, di 2026 Lazada kembali memperbarui struktur biaya seller-nya. Yuk kita bedah lengkap biaya admin Lazada 2026, lengkap dengan cara hitungnya biar kamu nggak salah pasang harga.
Apa Saja Komponen Biaya Admin Lazada 2026?
Secara umum, ada dua komponen utama yang dipotong dari setiap penjualan di Lazada: komisi kategori dan biaya proses pesanan. Perubahan terbaru ini berlaku sejak Februari 2026, dan kabar baiknya, semua biaya sudah termasuk PPN — jadi nggak ada potongan pajak tambahan yang muncul belakangan.
1. Komisi Kategori Produk
Lazada mematok komisi berdasarkan jenis produk yang kamu jual:
- Produk non-elektronik (fashion, kecantikan, peralatan rumah, mainan, dll): komisi 1,5% – 6%, dengan batas maksimal Rp20.000 per produk.
- Produk elektronik (HP, gadget, aksesori elektronik): komisi 4%, dengan batas maksimal Rp10.000 per produk.
Adanya batas maksimal (capping) ini sebenarnya kabar bagus buat seller produk berharga tinggi. Misalnya kamu jual TV seharga Rp5 juta, komisinya nggak ditarik 4% penuh (yang berarti Rp200.000), tapi mentok di Rp10.000 saja.
2. Biaya Proses Pesanan
Selain komisi, ada biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 per pesanan (sudah termasuk pajak). Biaya ini berlaku untuk seller Marketplace biasa, LazMall, maupun MP3. Catatan penting: biaya ini umumnya dikenakan untuk seller yang sudah bergabung lebih dari 90 hari, jadi toko yang baru buka biasanya masih aman di awal.
Berapa Total Biaya Admin Lazada Sebenarnya?
Kalau ditotal, biaya admin Lazada biasanya berkisar di 4% – 8% dari harga jual, tergantung kategori. Angka ini relatif lebih ramah dibanding beberapa marketplace lain. Tapi hati-hati: kalau kamu pakai iklan Sponsored Products, total potongan bisa naik jadi 8% – 15% dari harga jual.
Artinya, biaya iklan sering kali jadi "biaya tersembunyi" terbesar yang justru paling sering dilupakan seller saat menghitung untung.
Contoh Cara Menghitung Biaya Admin Lazada
Biar makin jelas, kita pakai contoh konkret.
Kasus 1 — Produk non-elektronik
Speaker bluetooth, masuk kategori aksesoris dengan komisi 6%, harga jual Rp100.000:
- Komisi kategori (6%): Rp6.000
- Biaya proses pesanan: Rp1.250
- Total biaya admin: Rp7.250
Jadi dari penjualan Rp100.000, dana yang masuk ke saldo kamu sekitar Rp92.750 (belum termasuk biaya iklan kalau ada).
Kasus 2 — Produk elektronik (kena capping)
Power bank harga Rp250.000, komisi elektronik 4%:
- Komisi 4% dari Rp250.000 = Rp10.000, dan kebetulan pas di batas maksimal Rp10.000
- Biaya proses pesanan: Rp1.250
- Total biaya admin: Rp11.250
Kasus 3 — Jangan lupa hitung HPP
Kalau modal (HPP) speaker tadi Rp60.000, maka: harga jual Rp100.000 − HPP Rp60.000 − biaya admin Rp7.250 = profit bersih Rp32.750. Kalau kamu pasang iklan 5% (Rp5.000), sisa profit jadi Rp27.750. Kelihatan kan bedanya kalau biaya admin diabaikan?
Tips Biar Biaya Admin Lazada Nggak Bikin Boncos
Hitung biaya admin SEBELUM pasang harga
Kesalahan paling umum: pasang harga dulu, hitung untung belakangan. Balik logikanya — tentukan target margin, lalu tambahkan estimasi biaya admin plus iklan ke harga jual.
Manfaatkan capping untuk produk mahal
Karena ada batas maksimal komisi, produk berharga tinggi justru lebih "irit" secara persentase. Strategi bundling juga bisa menaikkan nilai pesanan tanpa kena komisi berlipat.
Pantau biaya iklan secara terpisah
Komisi itu sifatnya tetap, tapi iklan bisa membengkak diam-diam. Pisahkan catatan biaya iklan dari komisi supaya kamu tahu channel mana yang benar-benar menguntungkan.
Rekap semua biaya secara rutin
Biaya admin yang kecil per transaksi bisa menumpuk jadi jutaan dalam sebulan. Tanpa pencatatan rapi, kamu nggak akan sadar berapa banyak yang "bocor".
Cara Praktis Pantau Biaya Admin Semua Marketplace
Masalahnya, menghitung biaya admin satu per satu dari Lazada, Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop secara manual itu melelahkan dan rawan salah. Apalagi kalau toko kamu jualan di banyak platform sekaligus.
Di sinilah FinKami bisa bantu. Dengan FinKami, kamu bisa menghubungkan akun Lazada (dan marketplace lain) ke satu dashboard, lalu biaya admin, komisi, dan potongan lain otomatis terhitung dari setiap transaksi. Kamu langsung lihat profit bersih secara real-time tanpa perlu buka spreadsheet rumit. Coba FinKami untuk berhenti menebak-nebak dan mulai tahu persis berapa untung asli dari tiap penjualan.
Kesimpulan
Biaya admin Lazada 2026 terdiri dari komisi kategori (1,5%–6% untuk non-elektronik, 4% untuk elektronik, keduanya dengan batas maksimal) ditambah biaya proses pesanan Rp1.250 per order. Totalnya sekitar 4–8% tanpa iklan, dan bisa naik ke 8–15% kalau pakai iklan. Kuncinya bukan menghindari biaya ini — karena memang bagian dari main di marketplace — tapi menghitungnya dengan benar sejak awal supaya margin kamu tetap sehat. Selamat jualan, semoga makin cuan!