Tips & Trik

Cara Buat Laporan Keuangan Online Shop: Panduan Lengkap untuk Seller Marketplace

Bingung cara buat laporan keuangan online shop? Panduan lengkap ini bahas step-by-step bikin pembukuan sederhana untuk seller marketplace, dari pencatatan harian sampai laporan laba rugi bulanan.

Tim FinKami · · 5 menit baca · Diperbarui

Cara Buat Laporan Keuangan Online Shop: Panduan Lengkap untuk Seller Marketplace

Jualan online makin rame, orderan masuk tiap hari, tapi... kamu tahu nggak sebenarnya berapa profit bersih yang kamu dapat bulan ini? Kalau jawabannya "nggak yakin" atau "belum pernah hitung detail," kamu nggak sendirian. Banyak seller marketplace yang fokus ngejar omzet, tapi lupa satu hal penting: laporan keuangan.

Tenang, bikin laporan keuangan online shop itu nggak sesulit yang kamu bayangkan. Di artikel ini, kita bahas step-by-step cara buat laporan keuangan sederhana yang cocok untuk seller Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan marketplace lainnya.

Kenapa Seller Online Shop Wajib Punya Laporan Keuangan?

Sebelum masuk ke cara bikinnya, kita pahami dulu kenapa laporan keuangan itu penting banget buat bisnis online kamu.

Pertama, kamu jadi tahu profit sebenarnya. Omzet Rp50 juta per bulan kedengarannya besar, tapi setelah dipotong biaya admin marketplace (yang bisa 6-14% per transaksi), ongkir, packaging, dan modal barang, berapa sih yang benar-benar masuk kantong? Tanpa laporan keuangan, kamu cuma nebak-nebak.

Kedua, laporan keuangan membantu kamu ambil keputusan bisnis yang lebih smart. Misalnya, produk mana yang marginnya paling bagus? Platform mana yang paling menguntungkan? Kapan waktu yang tepat untuk restock?

Ketiga, kalau suatu saat kamu mau scale up bisnis, mengajukan pinjaman modal, atau bahkan cari investor, laporan keuangan yang rapi itu syarat mutlak.

5 Jenis Catatan Keuangan yang Harus Dimiliki Seller Online

Sebelum bikin laporan, kamu perlu punya catatan-catatan dasar ini dulu:

1. Catatan Pemasukan (Penjualan)

Catat semua pendapatan dari setiap platform marketplace. Yang penting dicatat: tanggal transaksi, nama produk, jumlah unit terjual, harga jual, dan platform (Shopee/Tokopedia/TikTok Shop). Jangan lupa, yang dicatat adalah nominal yang benar-benar kamu terima setelah dipotong biaya admin marketplace.

2. Catatan Pengeluaran (Biaya Operasional)

Ini termasuk modal beli barang (HPP), biaya packaging, biaya ongkir yang kamu tanggung, biaya iklan dan promosi, biaya langganan tools, serta pengeluaran operasional lainnya seperti listrik dan internet.

3. Catatan Biaya Admin Marketplace

Ini sering terlewat dan bikin banyak seller kaget di akhir bulan. Setiap marketplace punya struktur biaya berbeda. Di Shopee, total potongan bisa berkisar 6-14% tergantung program yang kamu ikuti. Tokopedia dan TikTok Shop juga punya skema biaya admin yang berbeda-beda per kategori produk.

4. Catatan Stok Barang

Catat stok masuk, stok keluar, dan sisa stok. Ini penting untuk menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) yang akurat dan menghindari overstock atau kehabisan barang.

5. Catatan Arus Kas

Catat semua uang masuk dan keluar, termasuk pencairan dana dari marketplace. Perhatikan bahwa pencairan dari marketplace biasanya ada jeda waktu, jadi arus kas kamu tidak selalu sama dengan penjualan di bulan itu.

Step-by-Step Bikin Laporan Keuangan Online Shop

Sekarang kita masuk ke bagian praktisnya. Ikuti langkah-langkah ini:

Langkah 1: Pisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis

Ini langkah paling fundamental yang sering diskip. Buka rekening terpisah khusus untuk bisnis online kamu. Semua pemasukan dari marketplace masuk ke rekening bisnis, dan semua pengeluaran bisnis juga dari rekening yang sama. Dengan begini, kamu nggak akan bingung membedakan uang pribadi dan uang bisnis.

Langkah 2: Catat Transaksi Setiap Hari

Jangan menunda pencatatan sampai akhir bulan karena pasti ada yang kelewat. Luangkan 10-15 menit setiap hari untuk mencatat semua transaksi. Kamu bisa download laporan penjualan dari Seller Center masing-masing marketplace sebagai referensi.

Langkah 3: Buat Laporan Laba Rugi Bulanan

Ini adalah laporan paling penting untuk seller online. Rumusnya sederhana:

Laba Bersih = Total Penjualan - HPP - Biaya Admin Marketplace - Biaya Operasional

Contoh sederhana: Total penjualan bulan Maret Rp30.000.000, HPP (modal barang) Rp18.000.000, biaya admin marketplace Rp3.000.000, biaya packaging dan ongkir Rp2.000.000, biaya iklan Rp1.500.000, biaya operasional lainnya Rp500.000. Maka laba bersih kamu adalah Rp30.000.000 - Rp18.000.000 - Rp3.000.000 - Rp2.000.000 - Rp1.500.000 - Rp500.000 = Rp5.000.000.

Dari sini kamu bisa lihat margin profit kamu sekitar 16,7%. Angka ini penting untuk mengevaluasi apakah bisnis kamu sehat atau perlu penyesuaian strategi.

Langkah 4: Buat Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukkan kapan uang benar-benar masuk dan keluar. Ini beda dengan laporan laba rugi karena memperhitungkan waktu pencairan. Misalnya kamu jual barang di Shopee tanggal 1 Maret, tapi dananya baru cair tanggal 5 Maret. Laporan arus kas membantu kamu memastikan selalu ada cukup uang untuk operasional sehari-hari.

Langkah 5: Review dan Analisis Setiap Bulan

Setiap akhir bulan, luangkan waktu untuk review laporan keuangan kamu. Bandingkan dengan bulan sebelumnya. Perhatikan tren penjualan, margin profit per produk, efektivitas iklan, dan perubahan biaya admin marketplace. Dari sini kamu bisa tentukan strategi bulan depan.

Tips Pembukuan Praktis untuk Seller Marketplace

Beberapa tips tambahan supaya proses pembukuan kamu lebih efisien:

Simpan semua bukti transaksi secara digital. Screenshot bukti transfer, invoice supplier, dan struk pengeluaran. Simpan rapi di folder khusus berdasarkan bulan.

Gunakan kategori biaya yang konsisten setiap bulan supaya kamu bisa membandingkan pengeluaran antar periode dengan mudah.

Perhatikan perubahan biaya admin marketplace. Platform seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop sering update struktur biaya mereka, dan selisih 1-2% bisa berdampak signifikan ke profit tahunan terutama untuk bisnis dengan volume tinggi.

Otomatisasi Laporan Keuangan dengan FinKami

Kalau kamu merasa pencatatan manual itu ribet dan memakan waktu, ada cara yang lebih efisien. Dengan FinKami, kamu bisa menghubungkan semua toko marketplace kamu (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop) dalam satu platform. Semua data transaksi, biaya admin, dan pengeluaran otomatis terekap tanpa perlu input manual satu per satu.

FinKami secara otomatis menghitung profit bersih kamu setelah memperhitungkan semua potongan marketplace, biaya operasional, dan HPP. Kamu juga bisa melihat laporan laba rugi dan analisis penjualan langsung dari dashboard yang mudah dipahami.

Coba FinKami sekarang di finkami.com dan rasakan bedanya mengelola keuangan online shop dengan data yang akurat dan real-time.

Kesimpulan

Laporan keuangan online shop bukan sesuatu yang rumit atau cuma untuk bisnis besar. Bahkan seller pemula pun bisa mulai dari pencatatan sederhana: catat pemasukan, catat pengeluaran, dan hitung laba rugi setiap bulan.

Yang paling penting adalah konsistensi. Mulai dari sekarang, sisihkan waktu setiap hari untuk mencatat transaksi. Dalam beberapa bulan, kamu akan punya gambaran yang jauh lebih jelas tentang kesehatan finansial bisnis online kamu.

Dan kalau kamu ingin proses ini lebih cepat dan akurat, manfaatkan tools seperti FinKami yang memang dirancang khusus untuk seller marketplace Indonesia. Selamat mencoba!

Topik: laporan keuangan, online shop, pembukuan umkm

Artikel terkait

← Semua artikel · Coba FinKami gratis