Tutorial
Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan): Cara Hitung untuk Online Shop dan Contohnya
HPP = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir. Ini cara hitung HPP per produk untuk seller marketplace, apa yang masuk dan tidak, plus contoh dalam Rupiah.
Tim FinKami · · 7 menit baca
HPP (harga pokok penjualan) adalah total biaya barang yang benar-benar terjual dalam satu periode. Rumus dasarnya: HPP = persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir. Untuk seller marketplace, yang paling sering dipakai sehari-hari adalah HPP per unit: harga beli barang ditambah semua biaya sampai barang siap dijual, misalnya ongkir dari supplier.
Ringkasnya:
- HPP periode = persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir.
- Pembelian bersih = pembelian + ongkir dari supplier − retur dan potongan dari supplier.
- HPP per unit (reseller) = harga beli per unit + ongkir supplier per unit + biaya lain sampai barang siap jual.
- Biaya admin marketplace, iklan, ongkir ke pembeli, dan gaji admin toko bukan HPP. Semuanya beban yang dicatat terpisah.
- Penjualan − HPP = laba kotor. Laba bersih baru ketemu setelah potongan marketplace, iklan, dan biaya operasional.
Rumus HPP untuk satu periode
Rumus ini dipakai untuk menghitung HPP sebulan atau setahun, misalnya untuk laporan laba rugi atau pajak. Kamu butuh tiga angka: nilai stok di awal periode, total pembelian selama periode, dan nilai stok di akhir periode (dari stock opname).
Contoh toko fashion untuk bulan Oktober:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Persediaan awal (1 Oktober) | Rp20.000.000 |
| Pembelian barang | Rp15.000.000 |
| Ongkir dari supplier | Rp500.000 |
| Retur pembelian ke supplier | −Rp300.000 |
| Pembelian bersih | Rp15.200.000 |
| Barang tersedia untuk dijual | Rp35.200.000 |
| Persediaan akhir (31 Oktober) | −Rp18.000.000 |
| HPP bulan Oktober | Rp17.200.000 |
Artinya, barang senilai Rp17,2 juta keluar dari gudang karena terjual. Kalau omzet Oktober Rp30 juta, laba kotornya Rp12,8 juta, sebelum dipotong biaya marketplace, iklan, dan biaya operasional.
Rumus HPP per unit untuk reseller
Kalau kamu membeli barang jadi lalu menjualnya lagi, hitung HPP per unit supaya tahu modal tiap produk. Contoh kaos yang dibeli per lusin:
| Komponen | Per lusin | Per pcs |
|---|---|---|
| Harga beli | Rp600.000 | Rp50.000 |
| Ongkir dari supplier | Rp36.000 | Rp3.000 |
| Label dan hangtag | Rp12.000 | Rp1.000 |
| HPP | Rp648.000 | Rp54.000 |
Kalau kaos ini dijual Rp89.000, laba kotornya Rp35.000 per pcs. Angka itu belum laba bersih: biaya admin marketplace, voucher yang kamu tanggung, dan iklan masih akan memotongnya.
Rumus HPP untuk produk buatan sendiri
Kalau kamu memproduksi sendiri, HPP terdiri dari bahan baku, tenaga kerja yang langsung membuat produk, dan biaya produksi lain seperti gas atau listrik untuk produksi. Contoh brownies, 1 loyang dipotong 16:
| Komponen per loyang | Nilai |
|---|---|
| Bahan baku | Rp96.000 |
| Upah produksi | Rp32.000 |
| Gas dan listrik produksi | Rp8.000 |
| Total per loyang | Rp136.000 |
| HPP per potong (÷16) | Rp8.500 |
Apa yang masuk HPP dan apa yang tidak?
Standar akuntansi Indonesia untuk persediaan (dulu PSAK 14, sejak 1 Januari 2024 bernomor PSAK 202) menyebut biaya persediaan terdiri dari biaya pembelian, biaya konversi (produksi), dan biaya lain sampai barang berada di kondisi dan lokasinya sekarang. Biaya pembelian mencakup harga beli, bea impor, pajak yang tidak bisa ditagih kembali, dan biaya angkut, dikurangi diskon dari supplier.
Sebaliknya, biaya penyimpanan, biaya administrasi umum, dan biaya penjualan dicatat sebagai beban di periode terjadinya, bukan sebagai HPP. Untuk seller marketplace, artinya:
| Masuk HPP | Bukan HPP (catat sebagai beban) |
|---|---|
| Harga beli barang dari supplier | Biaya admin dan biaya layanan marketplace |
| Ongkir dari supplier ke gudangmu | Ongkir ke pembeli yang kamu tanggung |
| Bea masuk dan pajak impor yang tidak bisa dikreditkan | Biaya iklan |
| Bahan baku, upah produksi, overhead produksi | Gaji admin toko dan CS |
| Kemasan yang jadi bagian produk (botol, label) | Sewa gudang dan biaya penyimpanan |
Bagaimana dengan bubble wrap dan kardus pengiriman? Secara standar, itu biaya penjualan. Banyak seller tetap memasukkannya ke HPP per unit supaya praktis. Boleh saja, asal konsisten: kalau sudah masuk HPP, jangan dicatat lagi di pengeluaran.
HPP masuk akun apa?
Selama barang belum terjual, nilainya ada di persediaan (aset di neraca). Begitu terjual, nilainya pindah ke HPP di laporan laba rugi, di periode yang sama dengan penjualannya. Di laporan keuangan formal, HPP sering disebut beban pokok penjualan; isinya sama.
Urutannya di laporan laba rugi:
- Penjualan (pendapatan)
- Dikurangi HPP
- Hasilnya laba kotor
- Dikurangi beban operasional (iklan, gaji, sewa, dan lain-lain)
- Hasilnya laba operasional, lalu laba bersih setelah pos lain dan pajak
Contoh lengkapnya ada di artikel laporan laba rugi UMKM sederhana.
Harga beli naik turun: HPP mana yang dipakai?
Ini masalah paling umum di seller marketplace. Bulan lalu kaos dibeli Rp50.000, bulan ini Rp55.000. Dua cara yang umum dipakai:
- Rata-rata: hitung ulang HPP rata-rata setiap kali ada pembelian baru. Cocok untuk barang yang stoknya tercampur.
- Masuk pertama, keluar pertama (FIFO): stok yang dibeli lebih dulu dianggap terjual lebih dulu.
Yang penting: jangan ubah HPP pesanan lama saat harga beli naik. Kalau HPP bulan lalu ikut berubah, laporan bulan lalu jadi salah dan kamu tidak bisa membandingkan bulan ke bulan.
Kesalahan yang paling sering kami lihat
- Lupa ongkir dari supplier. Untuk barang murah, ongkir per unit bisa 5 sampai 10 persen dari harga beli.
- Memasukkan biaya marketplace ke HPP. Biaya admin berubah per kategori dan per program, jadi pisahkan supaya kamu tahu mana yang bisa diatur.
- HPP kosong untuk sebagian varian atau produk bundling. Pesanan tanpa HPP terlihat 100 persen untung, dan total laba jadi terlalu besar.
- Memakai satu HPP untuk semua toko padahal harga belinya beda per toko atau per gudang.
- Mengubah HPP lama saat harga beli naik, sehingga laporan bulan lalu ikut berubah.
Cara FinKami menghitung HPP otomatis
Di FinKami, kamu cukup mengisi HPP sekali, lalu setiap pesanan dari Shopee, TikTok Shop, dan Lazada otomatis dihitung laba kotor dan laba bersihnya.
- HPP bisa diisi per SKU atau per varian, untuk semua toko sekaligus atau per toko.
- Ada Berlaku Dari (tanggal): kalau harga beli naik mulai 1 November, isi HPP baru dengan tanggal itu. Pesanan sebelum 1 November tetap memakai HPP lama.
- Produk yang belum punya HPP ditandai HPP belum diisi, jadi laba tidak diam-diam terlihat terlalu besar.
- HPP bisa diimpor dari Excel, dan menu Hitung Harga Produk membantu menentukan harga jual dari HPP.
- Di Laporan Laba Rugi, Total Harga Pokok Penjualan dan Laba Kotor muncul per toko maupun gabungan semua toko.
Kalau harga produkmu punya banyak variasi, baca juga cara input harga pokok produk yang variatif. Setelah HPP beres, langkah berikutnya adalah menentukan harga jual yang tidak rugi dan menghitung margin profit.
Mau tahu laba asli tiap pesanan setelah HPP dan semua potongan marketplace? Coba FinKami gratis 7 hari.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa rumus HPP yang paling sederhana?
Untuk satu periode: persediaan awal + pembelian bersih − persediaan akhir. Untuk satu produk: harga beli per unit + ongkir supplier per unit + biaya lain sampai barang siap jual.
Apakah HPP sama dengan modal?
Tidak persis. Modal adalah semua uang yang kamu tanam di usaha. HPP hanya biaya barang yang sudah terjual. Barang yang masih di gudang belum jadi HPP; nilainya masih tercatat sebagai persediaan.
Apakah biaya admin Shopee atau TikTok Shop termasuk HPP?
Tidak. Biaya admin, biaya layanan, dan biaya iklan adalah beban penjualan. Catat terpisah dari HPP supaya kamu tahu berapa yang dipotong marketplace.
HPP dalam laporan keuangan masuk ke mana?
Di laporan laba rugi, tepat di bawah penjualan. Penjualan dikurangi HPP menghasilkan laba kotor. Sebelum barang terjual, nilainya ada di persediaan (aset).
Apakah HPP sama dengan beban pokok penjualan?
Ya. Beban pokok penjualan adalah istilah yang sering dipakai di laporan keuangan formal untuk HPP.
Sumber
- Ikatan Akuntan Indonesia, Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia: PSAK 14 Persediaan menjadi PSAK 202, berlaku 1 Januari 2024, substansi tidak berubah.
- BINUS School of Accounting, PSAK 14 (Penyesuaian 2014): Persediaan, 30 Agustus 2017: komponen biaya persediaan dan biaya yang diakui sebagai beban.
Dicek terakhir oleh Tim FinKami: 24 Oktober 2026. Artikel ini bersifat edukasi umum, bukan nasihat akuntansi atau pajak; untuk laporan resmi, konsultasikan dengan akuntan.
Topik: rumus hpp, harga pokok penjualan, hpp online shop, laba kotor