Tutorial

Contoh Laporan Laba Rugi Online Shop (Shopee dan TikTok Shop) dan Cara Membacanya

Contoh laporan laba rugi satu bulan untuk seller Shopee dan TikTok Shop: dari omzet, biaya platform, HPP, iklan, sampai laba bersih, plus versi per toko.

Tim FinKami · · 6 menit baca

Laporan laba rugi online shop menunjukkan berapa yang benar-benar tersisa dari omzet setelah potongan marketplace, HPP, iklan, dan biaya operasional. Bedanya dengan laporan laba rugi toko biasa: ada baris biaya platform dan penyesuaian dari marketplace, yang sering jauh lebih besar dari perkiraan. Di bawah ini contoh lengkap satu bulan untuk toko yang berjualan di Shopee dan TikTok Shop, lengkap dengan cara membacanya.

Ringkasnya:

  • Urutannya: pendapatan kotor, dikurangi biaya platform dan penyesuaian, dikurangi HPP (laba kotor), dikurangi beban operasional (laba operasional), lalu pos non-operasional dan pajak (laba bersih).
  • Pisahkan biaya platform dari iklan. Biaya platform dipotong otomatis oleh marketplace, iklan adalah keputusanmu.
  • Buat juga versi per toko, karena laba gabungan bisa menutupi toko yang sebenarnya rugi.
  • Tentukan dari awal: laporan dihitung dari tanggal pesanan atau tanggal dana cair. Hasilnya bisa beda.

Contoh laporan laba rugi online shop (Oktober 2026)

Toko contoh: jualan fashion di Shopee dan TikTok Shop. Semua angka di bawah adalah ilustrasi.

PosNilai
PENDAPATAN
Pendapatan kotor (harga jual setelah diskon penjual)Rp80.000.000
BIAYA PLATFORM (biaya admin, layanan, proses pesanan, komisi affiliate)−Rp10.720.000
PENYESUAIAN (retur, kompensasi, koreksi saldo dari marketplace)−Rp850.000
Pendapatan bersih setelah biaya dan penyesuaianRp68.430.000
HARGA POKOK PENJUALAN−Rp41.600.000
LABA KOTORRp26.830.000
BEBAN OPERASIONAL
Iklan Shopee−Rp4.000.000
Iklan TikTok Shop−Rp3.200.000
Gaji admin toko−Rp4.500.000
Bahan packing−Rp1.200.000
Sewa dan listrik−Rp1.500.000
Langganan aplikasi−Rp239.000
Total beban operasional−Rp14.639.000
LABA OPERASIONALRp12.191.000
POS NON-OPERASIONAL
Beban bunga cicilan−Rp400.000
Beban pajak penghasilan−Rp400.000
LABA BERSIHRp11.391.000

Dari omzet Rp80 juta, yang tersisa sebagai laba bersih Rp11,4 juta, atau 14,2 persen. Pos terbesar setelah HPP justru biaya platform (13,4 persen dari omzet), bukan iklan.

Besarnya pajak tergantung status dan aturan pajak yang berlaku untuk usahamu. Penjelasannya ada di artikel pajak seller marketplace 2026.

Cara membaca tiap bagian

1. Pendapatan kotor. Harga jual yang dibayar pembeli untuk barangmu, setelah diskon yang kamu tanggung. Jangan pakai angka dana cair, karena dana cair sudah dipotong biaya.

2. Biaya platform. Semua potongan marketplace per pesanan: biaya administrasi atau komisi, biaya layanan program (misalnya program gratis ongkir), biaya proses pesanan, dan komisi affiliate. Angka ini ada di rincian penghasilan tiap pesanan. Cara menariknya dijelaskan di cara download laporan penghasilan Shopee dan cara melihat penghasilan bersih di TikTok Shop.

3. Penyesuaian. Perubahan saldo yang datang belakangan: retur setelah dana dilepas, kompensasi dari marketplace, atau koreksi ongkir. Banyak seller lupa baris ini, padahal bisa membalik laba satu pesanan.

4. HPP. Modal barang yang terjual bulan ini, bukan semua barang yang kamu beli bulan ini. Rumusnya ada di artikel rumus HPP.

5. Laba kotor. Sisa setelah marketplace dan modal barang. Kalau laba kotor sudah tipis, memotong biaya operasional tidak akan menolong; yang perlu dicek harga jual dan HPP.

6. Beban operasional. Iklan, gaji, packing, sewa, aplikasi. Iklan dicatat di sini, bukan di biaya platform, supaya kamu bisa menilai iklan secara terpisah.

7. Laba bersih. Angka yang benar-benar jadi milikmu setelah semua biaya, bunga, dan pajak.

Versi per toko: toko mana yang sebenarnya untung?

Laporan gabungan bisa menyesatkan. Ini toko contoh yang sama, dipecah per marketplace sampai laba setelah iklan:

PosShopeeTikTok Shop
Pendapatan kotorRp48.000.000Rp32.000.000
Biaya platform−Rp6.240.000−Rp4.480.000
Penyesuaian−Rp550.000−Rp300.000
Pendapatan bersihRp41.210.000Rp27.220.000
HPP−Rp24.960.000−Rp16.640.000
Laba kotorRp16.250.000Rp10.580.000
Iklan−Rp4.000.000−Rp3.200.000
Laba setelah iklanRp12.250.000Rp7.380.000
Persen dari pendapatan kotor25,5%23,1%

Dari sini kelihatan Shopee menyumbang laba lebih besar per rupiah omzet. Kalau persentase satu toko terus turun dari bulan ke bulan, cek tiga hal: kenaikan biaya platform, retur, dan efisiensi iklan.

Tanggal pesanan atau tanggal dana cair?

Satu pesanan punya dua tanggal penting: tanggal dibuat dan tanggal dana dilepas. Pesanan akhir Oktober bisa baru cair awal November.

  • Berbasis pesanan (tanggal dibuat): cocok untuk menilai performa penjualan dan iklan bulan itu.
  • Berbasis penghasilan (tanggal dana dilepas): cocok untuk mencocokkan dengan uang yang benar-benar masuk ke rekening.

Pilih satu dan pakai konsisten. Mencampur keduanya membuat bulan yang sama terhitung dua kali atau malah terlewat. Penjelasan soal tanggal cair ada di artikel dana dilepas Shopee dan settlement TikTok Shop.

Kesalahan yang sering membuat laba terlihat lebih besar

  1. Memakai dana cair sebagai pendapatan, lalu mengurangi biaya marketplace lagi. Biayanya jadi terhitung dua kali, atau sebaliknya, pendapatan terlihat kecil.
  2. HPP kosong untuk sebagian produk. Pesanan tanpa HPP terlihat untung penuh.
  3. Lupa penyesuaian dan retur yang masuk setelah bulan ditutup.
  4. Tidak mencatat biaya iklan yang dibayar lewat top up saldo iklan.
  5. Hanya melihat laporan gabungan, sehingga toko yang rugi tertutup toko yang untung.

Cara FinKami membuat laporan laba rugi otomatis

FinKami menarik data pesanan, potongan, dan penyesuaian langsung dari Shopee, TikTok Shop, dan Lazada, lalu menyusunnya menjadi Laporan Laba Rugi dengan urutan yang sama seperti contoh di atas: Pendapatan, Rincian Biaya Platform, Penyesuaian, Harga Pokok Penjualan, Laba Kotor, Beban Operasional, Laba Operasional, Pos Non-Operasional, sampai Laba Bersih.

  • Tersedia per toko dan gabungan semua toko.
  • Bisa dihitung Berbasis Pesanan atau Berbasis Penghasilan.
  • Pengeluaran seperti gaji, sewa, dan iklan dicatat sebagai beban, termasuk pengeluaran rutin bulanan.
  • Laporan bisa diekspor ke PDF dan Excel.

Kalau kamu baru mulai dan ingin versi yang lebih sederhana, baca laporan laba rugi UMKM sederhana.

Mau laporan laba rugi semua tokomu tersusun otomatis setiap hari? Coba FinKami gratis 7 hari.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja isi laporan laba rugi online shop?

Pendapatan, biaya platform marketplace, penyesuaian, HPP, laba kotor, beban operasional (termasuk iklan), laba operasional, pos non-operasional, pajak, dan laba bersih.

Apakah biaya iklan masuk HPP?

Tidak. Biaya iklan adalah beban operasional. HPP hanya modal barang yang terjual.

Laporan laba rugi dibuat berapa kali?

Minimal sebulan sekali. Untuk seller yang beriklan setiap hari, melihat laba per minggu membantu menangkap iklan yang boros lebih cepat.

Kenapa laba di laporan beda dengan saldo yang masuk ke rekening?

Karena laba dihitung dari pesanan, sedangkan saldo mengikuti tanggal dana dilepas. Selain itu, saldo belum dikurangi HPP dan biaya operasional yang kamu bayar dari rekening lain.

Apakah ada template laporan laba rugi online shop?

Tabel contoh di atas bisa langsung kamu salin ke Excel atau Google Sheets. Isi barisnya dari rincian penghasilan marketplace dan catatan pengeluaranmu.

Dicek terakhir oleh Tim FinKami: 24 Oktober 2026. Semua angka di artikel ini adalah contoh. Untuk laporan resmi dan pajak, konsultasikan dengan akuntan.

Topik: laporan laba rugi online shop, contoh laporan keuangan, laba bersih, seller marketplace

Artikel terkait

← Semua artikel · Coba FinKami gratis